Kamis, 06 Desember 2018

PENGERTIAN PELUANG BERSYARAT

Peluang bersyarat adalah peluang terjadinya kejadian A bila diketahui bahwa suatu kejadian B telah terjadi.

Peluang bersyarat dilambangkan dengan P(A│B).
P(A│B) dibaca “peluang terjadinya A bila B telah terjadi” atau “peluang A, bila ABdiketahui”.

Misalkan ruang contoh berpeluang sama dari percobaan melempar sebuah dadu bersisi 6, maka S ={1,2,3,4,5,6}.

Dan terdapat dua kejadian, yaitu B adalah kejadian muncul sisi kurang dari 6, maka B ={1,2,3,4,5}; dan A adalah kejadian munculnya sisi genap, maka A ={2,4,6}.

Berdasarkan hal ini, maka
P (B) =5/6, dan p(A) =3/6=1/2.

Jika dua kejadian A dan B dilakukan berurutan, yaitu B terjadi terlebih dahulu,kemudian menyusul A, maka A = {2,4,6}.

Peluang kejadian A setelah kejadian B (A given B ), atau dituliskan sebagai p(A │ B) =3/5.

Teorama Bayes yang dimana berhubungan dengan peluang bersyarat.

Dalam teori probabilitas dan statistika, teorema Bayes adalah sebuah teorema dengan dua penafsiran berbeda. Dalam penafsiran Bayes, teorema ini menyatakan seberapa jauh derajat kepercayaan subjektif harus berubah secara rasional ketika ada petunjuk baru. Dalam penafsiran frekuentis teorema ini menjelaskan representasi invers probabilitas dua kejadian. Teorema ini merupakan dasar dari statistika Bayes dan memiliki penerapan dalam sains, rekayasa, ilmu ekonomi (terutama ilmu ekonomi mikro), teori permainan, kedokteran dan hukum.

Sumber
https://juandasuprianto.wordpress.com/2015/06/24/pengertian-peluang-bersyarat/
https://id.wikipedia.org/wiki/Teorema_Bayes

Jumat, 16 November 2018

Ukuran - Ukuran Nilai Statistika

Ukuran - Ukuran Nilai Statistika

Tabel Data Yang Sudah Di Urutkan


Berikut adalah nilai yang telah diolah dari data diatas


 


 

Kamis, 18 Oktober 2018

Tugas Pengantar Statistika

Data Bencana Kekeringan Tahun 2011 Di Indonesia

Data yang di dapat


Kota
Jumlah
Aceh
11
Sumatera Utara
2
Sumatera Barat
12
Riau
5
Jambi
14
Sumatera Selatan
7
Bengkulu
6
Lampung
13
Jawa Barat
36
Jawa Tengah
19
Jogjakarta
3
Jawa Timur
26
Banten
7
NTB
4
NTT
5
Kalimantan Tengah
3
Kalimantan Selatan
3
Kalimantan Timur
3
Sulawesi Selatan
34
Sulawesi Tenggara
1
Sulawesi Barat
5


Tabel Distribusi Frekuensi


Interval
Frekuensi
0-6
11
7-12
4
13-18
2
19-24
1
25-30
1
31-36
2


Diagram