Peluang bersyarat adalah peluang terjadinya kejadian A bila diketahui
bahwa suatu kejadian B telah terjadi.
Peluang bersyarat dilambangkan
dengan P(A│B).
P(A│B) dibaca “peluang terjadinya A bila B telah terjadi” atau “peluang A, bila ABdiketahui”.
Misalkan ruang contoh berpeluang sama dari percobaan melempar sebuah
dadu bersisi 6, maka S ={1,2,3,4,5,6}.
Dan terdapat dua kejadian, yaitu B
adalah kejadian muncul sisi kurang dari 6, maka B ={1,2,3,4,5}; dan A
adalah kejadian munculnya sisi genap, maka A ={2,4,6}.
Berdasarkan hal
ini, maka
P (B) =5/6, dan p(A) =3/6=1/2.
Jika dua kejadian A dan B dilakukan berurutan, yaitu B terjadi
terlebih dahulu,kemudian menyusul A, maka A = {2,4,6}.
Peluang kejadian A
setelah kejadian B (A given B ), atau dituliskan sebagai p(A │ B) =3/5.
Teorama Bayes yang dimana berhubungan dengan peluang bersyarat.
Dalam teori probabilitas dan statistika, teorema Bayes adalah sebuah teorema dengan dua penafsiran berbeda. Dalam penafsiran Bayes,
teorema ini menyatakan seberapa jauh derajat kepercayaan subjektif
harus berubah secara rasional ketika ada petunjuk baru. Dalam penafsiran frekuentis teorema ini menjelaskan representasi invers probabilitas dua kejadian. Teorema ini merupakan dasar dari statistika Bayes dan memiliki penerapan dalam sains, rekayasa, ilmu ekonomi (terutama ilmu ekonomi mikro), teori permainan, kedokteran dan hukum.
Sumber
https://juandasuprianto.wordpress.com/2015/06/24/pengertian-peluang-bersyarat/
https://id.wikipedia.org/wiki/Teorema_Bayes